KEARIFAN LOKAL PENCEGAHAN WABAK MENULAR PADA MASYARAKAT MAKASSAR

Authors

  • YUSUF YUSUF Departemen Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin
  • MUHLIS HADRAWI Departemen Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin
  • NURAIDAR AGUS Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47252/teniat.v11i1.934

Keywords:

local wisdom, Makassar, Local Knowledge, Plague, Covid

Abstract

Dalam sejarah pandemik global, kemunculan wabak telah menjadi masalah kesehatan manusia di berbagai belahan dunia. Demikian halnya dengan kasus Covid-19 yang sejak Desember 2019 hingga 2022 kini muncul sebagai wabak dunia. Sekarang ini, varian Covid-19 telah berkembang menjadi dengan munculnya virus baru seperti delta dan omicron. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, salah satunya dengan menggunakan pendekatan modern. Namun demikian, tetap harus diikuti perilaku sosial yang positif dan berasaskan pada tradisi. Masyarakat Makassar di Belangbelang Kabupaten Maros, merupakan salah satu kampung yang masih menyimpan kearifan lokal. Penelitian ini mengungkapkan bagaimana sistem pencegahan wabak berdasarkan pengetahuan lokal Makassar di kampung Belang-Belang tersebut. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif (mixed method) melalui teknik pengumpulan data secara observasi dan wawancara terstruktur, studi literatur. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, dengan cara mereduksi data, display data, hingga penarikan kesimpulan. eskripsi hasil penelitian menunjukkan bahwa, masyarakat Makassar telah mengenal sistem pengetahuan yang berhubungan dengan penyebab munculnya suatu penyakit disebabkan oleh faktor pakkasiak (fisiologis), ku'mang (bakteri/kuman), serta aspek supranatural. Sistem pengetahuan tersebut tertata dalam sistem budaya yang berbentuk kearifan lokal. Kearifan lokal tersebut menjadi pedoman perilaku masyarakat setempat salah satunya perilaku menjaga kebersihan (katangkasang) dan wasiat leluhur (pappasang turiolo) yang mengandung pola: 1) pencegahan wabak; 2) jenis pengobatan wabak; dan 3) pengetahuan obat tradisional. Dalam kondisi pandemi sekarang ini, masyarakat kampung Belang-Belang relatif masih menerapkan sistem pengetahuan tradisionalnya yang berbasisi kearifan local dengan baik dan dipraktikkan dalam pencegahan wabak Covid-19. Sistem pengetahuan penanggulangan wabak dalam masyarakat Makassar tersebut menunjukkan korelasi yang positif dalam menjaga penduduk dari risiko wabak penyakit global.

 

In the history of global pandemics, the emergence of outbreaks has become a human health problem in different parts of the world. Likewise with the Covid-19 case which from December 2019 to 2022 has now emerged as a world outbreak. Nowadays, the Covid-19 variant has evolved into with the emergence of new viruses such as delta and omicron. Various prevention efforts have been carried out, one of which is by using a modern approach. Nevertheless, positive and tradition-based social behavior must still be followed. The people of Makassar in Belang-belang, Maros Regency, are one of the villages that still hold local wisdom. This research reveals how the outbreak prevention system is based on local knowledge of Makassar in the Belang-Belang village. This research was conducted qualitatively and quantitatively (mixed method) through data collection techniques by observation and structured interviews, literature studies. Data analysis using miles and Huberman models, by reducing data, displaying data, and drawing conclusions. The esscription of the results of the study shows that, the people of Makassar have known the knowledge system related to the cause of the emergence of a disease caused by pakkasiak (physiological), ku'mang (bacteria / germs), and supernatural aspects. The knowledge system is organized in a cultural system in the form of local wisdom. This local wisdom becomes a code of behavior for the local community, one of which is the behavior of maintaining cleanliness (katangkasang) and ancestral wills (pap pair turiolo) which contain patterns of: 1) prevention of plague; 2) the type of treatment of the plague; and 3) knowledge of traditional medicine. In the current pandemic conditions, the people of Belang-Belang village are relatively still implementing their traditional knowledge system based on local wisdom properly and practiced in preventing the Covid-19 outbreak. The knowledge system for outbreak management in Makassar society shows a positive correlation in protecting the population from the risk of global disease outbreaks.

Downloads

Published

2023-03-31

How to Cite

YUSUF, Y., HADRAWI, M., & AGUS, N. (2023). KEARIFAN LOKAL PENCEGAHAN WABAK MENULAR PADA MASYARAKAT MAKASSAR. International Journal of Creative Future and Heritage (TENIAT), 11(1), 1–14. https://doi.org/10.47252/teniat.v11i1.934